INAGURASI: Kilas Balik Perjalanan (Budaya)

Kilas Balik Perjalanan pelayanan Yayasan Trampil Indonesia, khususnya melalui kegiatan inagurasi juga menorehkan catatan tentang kekayaan budaya dalam keragaman busana.  Kegiatan inagurasi bukan hanya mensyukuri penyertaan Tuhan dalam proses belajar, tapi juga sekaligus menarasikan kekayaan budaya sebagai wujud karya Tuhan di dalam sepanjang sejarah. Itu sebabnya melalui fasilitator, mahasiswa diarahkan untuk memakai busana daerah sebagai identitas budaya ketika inagurasi.

Inagurasi Periode I dan II yang berlangsung di Hotel Moscha, Surabaya, didominasi dengan ragam batik yang menarik. Berbeda dengan inagurasi periode IV dan V yang berlangsung di wilayah Sumba. Fasilitator dan Mahasiswa mendominasi kegiatan dengan busana dari bahan kain tenun.  Alhasil, inagurasi yang berlangsung di GKS Sobawawi, Sumba Barat (periode IV) dan GBI Rehobot, Padadita, Waingapu (periode V) kental dengan suasana kedaerahan.  Kain sarung, selendang dan parang Sumba menjadi pelengkap pakain adat yang dikenakan mahasiswa.  Namun semuanya tetap larut dalam kesatuan liturgi inagurasi.  Acara yang berlangsung sore hingga malam ini ditutup dengan ramah tamah bersama.

Suasana yang sama juga berlangsung di EMC Church, Oebobo, Kupang, saat inagurasi Periode VI berlangsung bagi rekan-rekan ICT Tefilla dan ICT Soe.  Fasilitator sepakat mengenakan atasan putih dan kain sarung Timor Soe/Sabu.  Semua menampilkan yang terbaik.  Yang pasti bukan hanya busana, tapi juga hati sebagai persembahan hidup sebagai guru yang melayani sepanjang hayat.  Acara di Kupang juga ditutup dengan kebersamaan, ramah tamah sembari mensharingkan pengalaman menjadi guru.

Terimakasih untuk semua rekan fasilitator dan mahasiswa di Sobawawi, Waingapu, Kupang dan Soe.  Kiranya inagurasi bukan hanya menjadi kenangan manis pertemuan kita; tapi juga menjadi momen penegasan dan pengutusan Tuhan bagi profesionalitas keguruan kalian. Tuhan memberkati

Minggus