INAGURASI: Kilas Balik Perjalanan (Narasumber)

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” Amsal 22:6.  Ayat ini   meringkas apa yang disampaikan narasumber inagurasi periode I, bapak Iman Santoso, Ph.D.  Beliau memaparkan perubahan jaman dan tantangan ke depan yang harus dijawab dengan pendidikan.  Dalam konteks inilah, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Trampil Indonesia, beliau mengajak para guru untuk menghargai peran dan fungsinya sebagai pendidik.  Sebab hanya gurulah yang mempunyai akses langsung dan penting dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik, bagi masyarakat dan bangsa.  Di sinilah peran guru sebagai profesi kunci transformasi bangsa patut diperhitungkan.  Kualitas guru menentukan kualitas generasi bangsa di masa kini dan mendatang.

Transformasi bukan hanya pada aspek jasmaniah, tapi juga harus dimulai dari perubahan batiniah yang kemudian mengalir dalam karsa dan karya.  Itu sebabnya, tugas guru bukan hanya mengajar tapi juga mendidik.  Mengajar sekadar menyelesaikan materi;  beda dengan mendidik;  yaitu memberikan makna tentang kehidupan di setiap sesi pembelajaran; demikian menurut Pendeta Hendi Sutrisno, M.Div., narasumber inagurasi periode II.  Bahkan beliau menekankan pentingnya mendidik yang “memuridkan”,  membawa naradidik mengenal dan mengalami Tuhan melalui pembelajaran.  Memuridkan berfokus pada pertumbuhan karakter dan pengenalan pada Kristus sebagai juruselamat.

Makna posisi dan peran guru sebagai profesi kunci transformasi bangsa kembali digaungkan di inagurasi periode III-VII yang berlangsung di Sobawawi, Waingapu, Kupang-Soe, Pontianak, dan Tana Toraja.  Rangkaian inagurasi kali ini yang dipimpin Koordinator Program #1 YTI, Minggus, M.Si.Teol., memberikan tekanan pada pentingnya melihat Allah sebagai  guru bagi kehidupan.  Jejak Allah yang mentransformasi kehidupan hendaknya juga menjadi jejak profesi mereka, baik sebagai pribadi maupun sebagai guru.  Karya transformasi Allah mendatangkan kehidupan.  ketertiban, keteraturan, dan perubahan yang mendatangkan berkat bagi kehidupan itu sendiri.  Demikianlah seharusnya, posisi dan fungsi guru dalam relasi dengan setiap naradidiknya.  Meneladan Allah yang ada Guru sejati bagi Kehidupan.

Salah satu bentuk kepedulian guru adalah dengan mempersiapkan naradidik menjadi pribadi-pribadi yang siap dengan tantangan jaman, khususnya tantangan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang makin maju. Ada dampak negatif yang perlu diantisipasi; namun ada pula dampak positif yang bila digunakan secara tepat akan memberika kemajuan bagi dunia pendidikan.  Misalnya ada banyak model pembelajaran dan aplikasi yang berbasis pada teknologi yang bisa dikembangkan sebagai bentuk kesiapan guru dan sekolah merespons era industri 4.0.   Era yang membuat siapapun harus siap meningkatkan kompetensi dirinya, terlebih lagi pendidik dan sekolah Kristen.  Materi ini disampaikan bapak Takim Andirono, Ph.D., selaku Ketua Yayasan Trampil Indonesia  di inagurasi periode VIII yang berlangsung di Hotel Puri Saron, Denpasar.   Tak lupa beliau mengajak dan menantang para guru untuk terus berkreasi dalam dunia pendidikan agar tidak ketinggalan di era yang serba digital ini.

Minggus