YTI07206

PELATIHAN MENTORING

“Apa yang saya dapatkan dari 40 tahun pengalaman saya melayani kawula muda, adalah bahwa anak-anak yang kemudian menjadi orang Kristen yang menginspirasi orang lain umumnya memiliki orang tua yang menjadi teladan cara menjalani hidup dengan iman yang mendalam atau atau anak-anak itu memiki seorang mentor. Tidak ada yang terkecuali,”  demikian pendapat Wayne Rice tentang pentingnya proses mentoring.  Rice adalah salah satu orang yang sangat berpengaruh dalam pelayanan kawula muda di Amerika.  Paparan Rice menunjukkan bahwa, proses mentoring merupakan proses kunci untuk menciptakan orang-orang yang berkualitas baik untuk masa kini dan untuk masa depan.  Mentoring membuat semakin banyak orang dapat mengalami anugerah Tuhan lebih utuh dan penuh dalam pertumbuhannya. Apakah sebenarnya proses mentoring itu dan mengapa hal itu penting?

Mentoring adalah proses pemeliharaan, pemberian kepedulian yang lembut dan perawatan orang muda sehingga mereka tumbuh, meningkat, dan berbuah.  Dalam praktek sehari-hari, mentoring adalah suatu proses untuk menghasilkan relasi dimana melalui peneladanan, penerimaan, kepedulian, dan bimbingan, mentee akan bertumbuh dalam karakter, kemampuan mereka serta komitmen iman mereka sehingga nyata dampak inspiratif mereka di lingkungannya. Proses ini merupakan proses persahabatan dan bukan proses atasan-bawahan atau memaksa.   Jadi, seorang mentor akan membimbing, melatih, menelusuri, dan mendorong menteenya. Dengan demikian, mentoring adalah proses berbagi dan merawat orang yang sedang bertumbuh, memelihara mereka agar mereka bertumbuh lebih baik, berkembang, dan nyata berbuah.

Mentoring adalah juga sebuah hubungan pribadi di mana seorang yang lebih berpengalaman menolong seorang mentee sehingga memiliki iman, karakter dan kemampuan yang lebih berkualitas.  Dalam mentoring, penekanan utama terletak pada hubungan antar pribadi yang mendalam, di mana mentor tersebut akan menolong mentee bertumbuh secara menyeluruh. Menyeluruh berarti mentee akan mengalami transformasi dalam keintimannya dengan Tuhan, panggilannya, potensinya, pola-pola (kebiasaan, pola pandang, dan pola respon) serta problemnya bahkan ia akan dapat membuat perencanaan hidup selanjutnya agar rencana Tuhan baginya terwujud.

—oOo—

Deskripsi di atas merupakan sebagian dari materi Pelatihan Mentoring yang diadakan Yayasan TRAMPIL Indonesia bagi alumni (terekomendasi)  Program #1.  Pelatihan Mentoring yang dilaksanakan di Meeting Room lantai II, Art Hotel, Surabaya, bertujuan untuk mempersiapkan para alumni (terekomendasi) menjadi mentor dalam kegiatan follow up yang rencananya akan dilaksanakan pada semester depan.  Pelatihan yang dikemas dalam bentuk diskusi dan sharing  ini dibimbing langsung Pdt Dr. Robby Chandra dari pkl. 10.00-17.00.  Peserta tampak antusias dengan materi yang disampaikan.  Semoga mereka juga tetap bersemangat ketika nanti benar-benar diutus menjadi mentor.  Sesi berikutnya akan diadakan tanggal 28 Maret dan 25 April 2020.  Dukung dalam doa dan tetap semangat. (Minggus)

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
shares